Legenda ini diceritakan secara turun-temurun oleh warga sekitar. Hingga saat ini, legenda asal-muasal Dukuh Blimbing, Bawu, Batealit, Jepara masih banyak diketahui masyarakat setempat. Seperti yang diceritakan Zazun (60 tahun) kepada
Jepararaya.com.
Cerita ini dimulai dari keberadaan pohon belimbing yang sangat besar
di wilayah tersebut. Diceritakan Zazun, dulu, di salah satu wilayah Desa
Bawu, Kecamatan Batealit terdapat pohon belimbing yang sangat besar.
Pohon tersebut berukuran besar tak seperti pohon belimbing pada umumnya
dan berbuah sangat lebat.
Keanehan nampak pada pohon belimbing tersebut. Selain ukurannya yang
sangat besar, buah belimbing di pohon tersebut memilik rasa yang
berbeda. Separuh dari pohon belimbingnya memiliki rasa yang sangat
manis, separuhnya lagi buahnya berasa sangat asam.
Keanehan lainnya, di bawah pohon belimbing tersebut terdapat banyak
benda-benda aneh. Mulai dari keris berukuran keciul, batu akik, dan
ubarampe sesajian. Warga sekitar mengaku pohon belimbing tersebut memancarkan aura mistis yang sangat kuat.
Warga sekitar menyakini, pohon tersebut dihuni oleh makluk halus.
Orang-orang sekitar sering menyebutnya Mbah Blimbing. Di pohon belimbing
itu pula, banyak orang yang berdatangan untuk memenuhi nazarnya.
Biasanya yang datang dengan membawa aneka masakan dari daging kambing
atau nasi tumpeng. Kemudian makanan tersebut dimakan di tempat itu juga.
Bagi masyarakat yang beruntung, sering kali mendapatkan benda-benda
aneh yang bertuah. Seperti yang sudah disebutkan di atas, seperti keris
dan batu akik. Konon, barang-barang yang ditemukan tersebut memiliki
kasiat. Siapa saja yang mendapatkan batu akik, diceritakan oleh
masyarakat setempat, orang tersebut bias mengobati orang sakit.
Entah benar adanya atau tak isi cerita tersebut, yang pasti
masyarakat menyakini begitulah asal mula Dukuh Blimbing, Desa Bawu,
Kecamatan Batealit, Jepara. Sehingga, oleh masyarakat setempat, tempat
dimana pohon belimbing itu tumbuh dan wilayah di sekitarnya dinamakan
Dukuh Blimbing.
(JR-Dyah)